Pengaruh Usia Tua Terhadap Kesuburan Pria

Pengaruh Usia Tua Terhadap Kesuburan Pria

Tahukah anda bahwa kualitas sperma akan cenderung menurun setelah pria mencapai usia 40 tahun ?.Simak pengaruh usia tua terhadap kesuburan pria sampai tuntas!

Pengaruh Usia Tua Terhadap Kesuburan PriaSelamat datang di salah satu website resmi milik Alfian Herbal yang merupakan Agen Resmi pusat penjualan obat herbal secara online yang terbesar dan terpercaya di indonesia yang lebih tepatnya berada di kota tasikmalaya. Pada kesempatan kali ini pihak Alfian Herbal akan memberikan informasi penting seputar kesehatan yang akan meliputi “pengaruh usia tua terhadap kesuburan pria“.

Nah, berhubung pada situs resmi ini tidak hanya produk herbal atau informasi tentang pengobatan penyakit saja yang dapat kami sampaikan, kutipan sederhana seperti artikel kesehatan ini juga dapat kami sampaikan meskipun singkat namun insyaAllah mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Simak terus sampai tuntas ulasan berikut!

Pengaruh usia tua terhadap kesuburan pria | Perlu anda ketahui bahwa dalam hal kesuburan, pria juga memiliki jam biologis sama halnya dengan wanita. Walaupun pria berusia 80 tahun masih bisa menjadi seorang ayah tapi butuh waktu lama baginya untuk membuahi.

Semakin berumur, makin banyak waktu yang dibutuhkan pria untuk membuahi. Testosteron juga mengalami penurunan seiring bertambahnya usia pria. Hal ini juga berpeluang besar untuk menjadi seorang ayah dengan anak yang mengalami masalah kromosom.

Kesimpulannya, walaupun seorang pria tetap bisa memproduksi sperma dalam usia tua, tidak berarti bahwa spermanya berkualitas tinggi. Kenapa demikian? Kualitas dan volume air mani menurun selaras dengan pertambahan usia pria. Pria yang lebih tua memproduksi sperma yang lebih sedikit dan lebih lambat. Ini menyebabkan sperma menjadi lebih sulit untuk mencapai sel telur dan melakukan pembuahan.

Bentuk (morfologi) sperma juga menurun kualitasnya. Bentuk ini penting karena memberikan indikasi konten genetik sperma. Jumlah sperma cacat yang banyak berarti memperbesar peluang terjadinya komplikasi. Sperma yang cacat juga kurang memiliki kemungkinan untuk membuahi sel telur.

Ini berarti bahwa persentase jumlah sperma rusak yang terdapat dalam air mani pria berusia diatas 35 tahun, lebih banyak dibanding pria yang lebih muda.

Lantas, bisakah pria yang lebih tua dapat memperbaiki kesuburannya?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pria untuk menjaga kesuburan. Di antaranya, makan makanan sehat. Mengubah gaya hidup, termasuk pola makan agar terhindar dari obesitas, sehingga kualitas sperma bisa terjaga.

Sebagai catatan, pria yang tidak bisa membuahi juga bisa disebabkan oleh kemandulan. Untungnya, penyebab kemandulan pria lebih mudah diidentifikasi ketimbang wanita. Berikut masalah yang cenderung dialami pria yang lebih tua.

-Rendahnya jumlah sperma.
-Tersumbatnya saluran ejakulasi.
-Infeksi pada testis.
-Disfungsi ereksi.

Seorang ahli kesuburan Inggris, Dr Allan Pacey mengatakan, “Pesan saya adalah segera punya anak. Jangan tunda sampai usia 50 tahun.”

Baca juga artikel menarik lainnya | Mual Saat Hamil Pertanda Kehamilan Sehat

Kebiasaan buruk turunkan kualitas sperma

Satu hal yang tak boleh dilupakan, faktor usia bukanlah satu-satunya hal yang mampu memengaruhi kualitas sperma. Pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan justru punya andil lebih besar dalam menentukan kualitas sperma. Pola makan tidak sehat—misalnya, terlalu banyak asupan lemak dan gula, bisa meningkatkan risiko seseorang menyandang obesitas dan diabetes. Kedua jenis gangguan kesehatan ini mampu mengakibatkan penurunan kualitas sperma.

Bukan hanya itu, menurut dr. Anita, jenis penyakit berat—seperti TBC, tipus, dan hepatitis, juga kebiasaan buruk seperti merokok, penyalahgunaan obat-obatan, serta kecanduan alkohol, juga bisa mengakibatkan penurunan kualitas sperma. Rokok terutama amat perlu dihindari karena racun yang terkandung dalam nikotin dapat merusak kepala sperma. Akibatnya, sperma akan mengalami kesulitan untuk dapat menembus dinding sel telur.

Koreksi dengan gaya hidup sehat

Kabar baiknya, kualitas sperma yang mulai menurun bisa dikoreksi dengan mulai menerapkan gaya hidup sehat serta melakukan sejumlah kebiasaan baik. Jika mampu melakukannya, bukan tak mungkin kualitas sperma pria yang berada di ambang akhir batas usia subur malah lebih unggul dibandingkan mereka yang masih berada di pertengahan rentang usia subur

Nah itulah yang dapat kami sampaikan mengenai pengaruh usia tua terhadap kesuburan pria. Semoga artikel sederhana yang kami kutip bermanfaat untuk anda semua. Bagi anda yang penasaran dan ingin memperbanyak pengetahuan tentang macam-macam kesehatan, jangan lupa untuk terus mengunjungi situs  http://obatherbalagarcepathamil.com/ untuk mengetahui artikel kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya.

Alamat web diatas sekedar memberitakan seputar produk herbal yang berkualitas dan berbagai macam kutipan kesehatan, jadi simpan baik-baik link tersebut jika suatu saat anda membutuhkan baik untuk pembelian produk herbal atau bahkan hanya sekedar mencari tahu tentang berita-berita kesehatan yang telah kami kutip. Salam sehat!!!

Alamat Kantor Pusat Kami

klikJl Noenoeng Tisna Saputra Kp Sindanggalih Gg Pos Giro Rt 01 Rw 12 Kec. Tawang Kota Tasikmalaya 46115

Pengaruh Usia Tua Terhadap Kesuburan Pria