Kenali Tanda Tubuh Kekurangan Protein

Protein berperan dalam setiap fungsi tubuh, untuk itu kenali tanda tubuh kekurangan protein sekarang juga!

Selamat datang dan terimakasih karena telah berkunjung kesalah satu situs resmi milik alfian herbal yang merupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya di indonesia. Dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi seputar kesehatan yang akan meliputi kenali tanda tubuh kekurangan protein.

Protein berperan dalam setiap fungsi tubuh, baik untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik, menjaga level energi, perlindungan tubuh, serta metabolisme lemak dan karbohidrat yang diperlukan untuk produksi energi.

Baca juga : Manfaat Serum Untuk Tubuh

Kenali Tanda Tubuh Kekurangan ProteinKebutuhan protein harian bisa dihitung berdasarkan berat badan ideal seseorang. Sementara itu berat badan ideal dihitung berdasarkan tinggi badan dan jenis kelamin. Kebutuhan protein perhari dihitung dalam satuan gram perhari untuk setiap kilogram berat badan. Selain itu, aktifitas fisik seseorang juga menentukan berapa jumlah asupan protein yang seimbang. Bagi orang-orang yang sehari-harinya lebih banyak duduk atau tidak banyak melakukan aktifitas fisik, maka asupan protein harian yang direkomendasikan adalah sekitar 0,75 g per kg berat badan. Dan bagi orang-orang yang melakukan aktivitas fisik cukup banyak, yaitu sekitar satu jam atau lebih perhari, asupan protein yang ideal adalah sekitar 1,0-1,2 gram protein per kg berat badan.

Karena protein memiliki banyak fungsi yang sangat penting untuk tubuh, maka tentu saja tubuh akan rentan terhadap penyakit akibat kekurangan protein yang cukup. Adapun beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan akibat kekurangan protein, bisa sangat membahayakan hingga menyebabkan kematian. Berikut ini diantaranya :

1. Marasmus

Marasmus merupakan bentuk kekurangan gizi buruk, yang paling banyak ditemui pada bayi dibawah usia 12 bulan. Penyebabnya bisa terjadi karena kekurangan protein yang sering disertai dengan gejala kekurangan karbohidrat. Penyakit ini tentu cukup berbahaya jika diderita, sebab dapat menggiring penderitanya pada kematian.

Ciri-ciri :

-Berat badan kurang dari 60% dari berat badan yang seharusnya.
-Suhu tubuh menjadi rendah.
-Kulit di tubuh melonggar dan mengkerut sehingga bentuk tulang sangat nampak.
-Berwajah lonjong dan tampak lebih tua.
-Perut berbentuk cekung yang biasa disertai dengan diare.
-Kehilangan nafsu makan.

2. Kwashiorkor

Penyakit kwashiorkor ini merupakan penyakit yang bisa terjadi akibat kekurangan protein. Berbeda dengan marasmus, penyakit ini paling banyak ditemukan pada anak-anak usia 1 hingga 3 tahun. Apabila pada marasmus tubuh penderitanya cenderung kurus, maka pada kwashiorkor penampilan dari penderita terlihat normal.

Walaupun begitu, penyakit ini harus diwaspadai sebab jika tidak maka anak-anak pertumbuhannya akan terhambat bahkan bisa mengalami cacat mental, seperti ADHD pada anak.

Ciri-ciri :

-Mengalami kelelahan yang tinggi
-Terjadi pembengkakan pada perut, juga pada punggung kaki dan tangan
-Sering mengalami diare
-Berwajah bulat
-Pandangan mata sayu
-Rambut menjadi kusam, tipis hingga kemerahan dan gampang dicabut
-Kehilangan nafsu makan dan gampang rewel
-Hati berlemak dan membesar
-Kekeringan pada kulit hingga bersisik dan pecah-pecah
-Luka sulit untuk sembuh
-Sering disertai dengan infeksi yang akut
-Anemia dan xeroftalmia

3. Cachexia

Penyakit cachexia merupakan penyakit yang menyerang seseorang akibat kekurangan protein. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, penyakit ini dapat menyebabkan penurunan berat badan, penyakit kanker, gagal ginjal, penyakit menular AIDS, bahkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik.

Ciri-ciri :

-Kerap merasa lelah walaupun hanya beraktifitas ringan.
-Menipisnya otot rangka.
-Terjadinya degradasi protein.
-Berat badan menurun secara yang ekstrim.

4. Gagal Hati

Gagal hati adalah merupakan penyakit yang menyebabkan kerusakan dan kehilangan fungsi hati akibat ketidakmampuan sel hati untuk beregenerasi. Hal ini juga menjadi penyakit akibat kekurangan protein. Karena menimbulkan hal yang membahayakan, maka kondisi ini sangat memerlukan penanganan medis.

Ciri-ciri :

-Merasa mual
-Nafsu makan menghilang
-Sering mengalami rasa lelah
-Kulit dan mata menguning jika telah mencapai tahap akut
-Pembengkakan pada perut
-Mengalami diare
-Gampang memar dan berdarah

5. Apati

Definisi dari apati yaitu suatu kondisi yang menyebabkan emosi menjadi tumpul. Efek penyakit akibat kekurangan protein ini, bisa mempengaruhi tingkah laku dan fungsi kognitif. Biasanya, apati sering disertai dengan depresi. Namun, kedua hal ini berbeda. Jika depresi berupa gangguan emosi, maka apati berupa gangguan motivasi.

Ciri-ciri :

-Kurangnya usaha sehingga sering bergantung pada orang lain
-Tidak ada keinginan untuk belajar hal-hal baru
-Kurang peduli terhadap masalah
-Fluktuasi emosi tidak terjadi
-Kurangnya respon terhadap suatu peristiwa atau kejadian

Beberapa tanda anda tidak mendapatkan cukup protein

Kurangnya protein dalam tubuh anda biasanya memiliki tanda dan gejala yang digambarkan dalam perubahan tubuh. Seperti apa itu? Berikut penjelasannya.

1. Rambut menipis

Sementara genetika dapat menjadi faktor penting terhadap menipisnya rambut, kekurangan protein juga bisa menjadi penyebabnya. Ketika kita tidak mendapatkan cukup protein, tubuh akan masuk ke dalam “mode konservasi” dan berhenti mengirimkan protein berharga untuk menyuburkan rambut dan kuku. Itulah mengapa rambut dan kesehatan kuku merupakan indikator penting yang bisa memberikan sinyal pada anda, apakah tubuh kekurangan protein atau tidak.

2. Mata bengkak

Kekurangan protein dapat menurunkan jumlah protein plasma yang ada dalam darah sehingga akan menyebabkan kondisi yang disebut Edema. Penurunan protein plasma dapat disebabkan oleh hati yang tidak menyimpan zat besi dalam jumlah yang cukup. Jika zat besi tidak tersedia untuk membantu produksi hemoglobin, anemia bisa terjadi dan pembengkakan pun dimulai.

3. Kelelahan

Kekurangan protein dapat mempengaruhi kondisi fisik anda. Hal ini disebabkan karena energi yang rendah. Protein membantu menstabilkan kadar gula darah. Kekurangan protein dapat mengurangi ketajaman mental anda sehingga menghamat kemampuan untuk merespon. Maka dari itu, jika anda sering merasa lelah dan kekurangan energi, bisa jadi tubuh anda kurang mendapatkan asupan protein yang cukup.

4. Menurunnya ukuran otot

Kekurangan protein bisa menyebabkan menurunnya ukuran otot. Ukuran otot anda mulai menurun saat anda kekurangan protein. Jika tubuh anda tidak mendapatkan cukup protein dari makanan sehari-hari yang dikonsumsi, maka otot akan mengorbankan jaringannya sendiri.

5. Cenderung memilih makanan instan

Para pakar mengatakan bahwa tanpa protein yang cukup untuk menstabilkan gula darah anda, tubuh anda cenderung mencari solusi yang lebih cepat untuk memenuhinya. Hal ini bisa dikatakan bahwa, saat tubuh kekurangan protein, anda cenderung mengonsumsi makanan-makanan yang cenderung instan seperti makanan siap saji (junk food, fast food), permen, dan lain sebagainya.

6. Sering terserang penyakit

Jika anda sering terserang penyakit, bisa jadi anda kurang mendapatkan asupan protein yang cukup. Protein adalah salah satu kunci untuk mendapatkan sistem kekebalan yang kuat. Protein menjadi landasan penting terciptanya sel darah merah, sel darah putih, dan antibodi, yang semuanya itu bekerja sama untuk menangkis bakteri, virus, dan patogen lain dalam tubuh anda.

7. Diare

Diare kronis bisa menjadi indikator malabsorpsi, yang berarti nutrisi tidak sepenuhnya diserap oleh tubuh. Malabsorpsi bisa dipicu oleh infeksi, operasi, obat-obatan tertentu, pengonsumsian alkohol, dan gangguan pencernaan seperti celiac sprue dan penyakit Crohn.

Tips mencegah penyakit akibat kekurangan protein :

Untuk mencegah semua penyakit di atas, maka kita harus memenuhi asupan protein yang seimbang melalui diet sehari-hari. Susu adalah sumber protein terbaik, karena protein dari sumber ini pada umumnya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh. Selain mengandung protein yang sempurna, susu juga mengandung kalsium dan fosfor sehingga sangat baik bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan ibu menyusui. Meskipun demikian, kita harus memastikan jika susu yang kita konsumsi adalah susu yang baik, steril, dan sesuai dengan kebutuhan.

Sumber lain dari protein yang baik adalah daging dan semua jenis ikan. Selain banyak mengandung protein, daging juga mengandung banyak zat besi, fosfor, dan vitamin B kompleks. Namun juga perlu diperhatikan bahwa daging hewan juga mengandung seperti racun yang harus pisahkan dan dikeluarkan oleh ginjal. Jadi, jika terlalu berlebihan mengkonsumsi daging bisa memberatkan kerja ginjal dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Selain bisa didapatkan dari sumber hewani, protein juga bisa diperoleh dari sumber nabati. Biji-bijian dan kacang-kacangan adalah sumber protein nabati terbaik, seperti halnya kacang kedelai termasuk semua produknya yaitu tempe, tahu ataupun susu kedelai. Namun protein nabati tidak selengkap seperti halnya protein hewani, sehingga kita tidak bisa mencukupi kebutuhan protein tubuh kita hanya dengan mengandalkan sumber nabati.

Terus kunjungi situs http://obatherbalagarcepathamil.com/ untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya.

Kenali Tanda Tubuh Kekurangan Protein