Tips Mengatasi Morning Sickness Saat Hamil Muda

Inilah tips mengatasi morning sickness saat hamil muda yang perlu anda lakukan, sehingga dapat membantu anda menghadapi fase ini dengan lebih mudah.

Morning sickness merupakan masalah dan keluhan ibu hamil dan juga yang sering dialami oleh sejumlah ibu hamil di masa-masa awal kehamilan. Mual muntah pada ibu hamil di trimester pertama kehamilan seringkali dialami pada ibu hamil. Mengetahui penyebab dan tips mengatasi morning sickness saat hamil muda perlu juga diketahui dan dipahami oleh para ibu-ibu yang dalam masa kehamilannya mengalami akan tanda gejala morning sickness itu sendiri. Seperti yang akan kami bahas saat ini dalam website resmi milik alfian herbal yang akan meliputi seputar tips mengatasi morning sickness saat hamil muda. Nah bagi anda yang saat ini sedang mengalami masa kehamilan di trimester pertama yang kerap mengalami mual dan muntah (morning sickness) ada baiknya simak sampai tuntas ulasan berikut!

Kenali Penyebab dan Gejala Morning Sickness Serta Tips Alami Untuk Cara Mengatasinya

Penyebab mual dan muntah atau morning sickness yang dialami wanita hamil ada beberapa macam; perubahan metabolic dalam kehamilan, alergi, faktor psikososial, meningkatnya kadar hormon beta HCG yang dihasilkan oleh plasenta. Efek dari hormon ini memperlambat gerakan motilitas di saluran pencernaan sehingga lebih banyak gas yang terdapat dalam usus. Kemungkinan mual parah dapat di alami oleh wanita yang hamil pada usia di bawah 24 tahun, ibu hamil yang obesitas atau wanita dengan riwayat mual pada kehamilan sebelumnya. Risiko ini menjadi semakin tinggi apabila ibu stress dan cemas, kelebihan lemak dan terinfeksi bakteri yang menyebabkan luka pada lambung.

Gejala morning sickness

Gejala morning sickness yang normal biasanya dialami pada usia kehamilan kurang lebih 10 minggu atau tri-semester pertama. Gejala ini akan berkurang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Pada kondisi ini ibu hamil tidak memerlukan perawatan, yang dibutuhkan hanyalah cukup istirahat. Tetapi mual parah dapat mengakibatkan dehidrasi atau kekurangan cairan, kekurangan tenaga dan kematian. Untuk bayi dalam kandungan dapat terjadi mainutrisi atau kekurangan nutrisi yang bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan bayi, kelainan pada bayi hingga kematian. Cara membedakan mual dan muntah yang biasa dengan yang parah bisa terlihat dari ciri-ciri tertentu. Mual dan muntah yang parah selalu disertai muntah yang hebat, tidak bisa makan minum, penurunan berat badan sekitar 5% atau lebih, produksi urin sedikit, dehidrasi, keluar keringat dingin, pusing, cepat lelah, tekanan darah turun dan dapat mengalami cemas atau depresi yang hebat.

Apakah Gejala Mual dan Muntah (Morning Sickness) Berbahaya ?

Peristiwa mual dan terkadang disertai muntah ini biasanya dialami oleh ibu hamil ketika usia kehamilannya memasuki minggu keenam atau sebelumya. Dan puncaknya biasanya akan terjadi pada minggu kedelapan hingga kesembilan usia kehamilan. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah gejala kehamilan morning sickness ini berbahaya atau tidak? Nah, sebelum membahas tentang bagiamana cara mengatasi mual saat hamil muda, sebaiknya Anda juga mengetahui tentang bagaimana dampak morning sickness ini untuk ibu yang sedang hamil muda. Penjelasannya sebenarnya cukup sederhana, karena rasa mual ini disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh yang memang dibutuhkan untuk mendukung kehamilan sehingga rasa mual dan muntah ini adalah hal yang wajar-wajar saja.

Hal yang perlu diwaspadai dari rasa mual dan muntah ini adalah jika kondisinya memburuk yang tidak hanya disebabkan karena perubahan hormon saja. Masalah kesehatan yang terjadi selama kehamilan bisa memperburuk rasa mual dan muntah yang dialami, bisa juga terjadi sindrom Hipremesis Gravidarium. Sindrom ini adalah bila mual dan muntah terjadi dalam frekuensi yang lebih banyak daripada morning sickness biasa dan terus-menerus. Morning sickness biasa umumnya hanya terjadi selama 14 minggu kehamilan pertama, sedangkan sindrom ini dapat menyebabkan mual dan muntah hingga lebih dari 14 minggu tersebut, kadang ada kasus dimana ini terjadi terus-menerus sepanjang masa kehamilan.

Kondisi mual dan muntah yang parah dan tidak terkendali akan membuat Anda kesulitan untuk menerima asupan makanan, dan saat minum air putih pun Anda juga akan merasa mual. Hal seperti ini sangat mungkin menyebabkan ibu hamil mengalami dehidrasi yang dapat berakibut buruk bagi sang ibu dan janin yang dikandungnya. Jika mengalami kondisi mual dan muntah yang separah ini sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan.

Berikut Beberapa Tips Sederhana Untuk Mengatasi Morning Sickness Saat Hamil Muda

Morning sickness merupakan gejala yang umum meskipun demikian bukan berarti anda harus membiarkannya saja. Mual dan muntah yang anda alami akan mempengaruhi padaperkembangan janin sehingga anda harus mempunyai cara untuk mengatasi morning sickness yang terjadi, berikut cara-caranya :

  • Makan dengan porsi kecil – Ketika anda sedang hamil pada trimester pertama gangguan dari morning sickness akan mempengaruhi pada asupan nutrisi sehingga jika dibiarkan akan mengganggu perkembangan janin, yang harus anda lakukan adalah dengan membuatĀ  jadwal makan. Pada saat kehamilan usahakan makan dengan jumlah yang sedikit tetapi terjadwal sehingga pencernaan anda dapat menerimanya. Pilih makanan dengan nutrisi yang dibutuhkan untuk memberikan manfaat lebih selama kandungan apalagi di trimester pertama untuk memperkuat janin anda.
  • Bangun pagi dengan jeda istirahat terlebih dahulu – Ketika anda bangun pagi jangan langsung beranjak dari tempat tidur ada baiknya anda melakukan beberapa menit untuk duduk dan bangun secara perlahan. Beberapa wanita yang sedang hamil melakukan cara mengatasi morning sickness dengan menyediakan beberapa biskuit sebelum beranjak di tempat tidurnya untuk mengurangi mual yang berlebih di pagi hari. Sehingga hal yang terbaik untuk anda yang tidak terbiasa dengan makanan langsungsetelah bangun pagi adalah memberikan jeda istirahat terlebih dahulu.
  • Menghindari makanan pedas dan berlemak – Meskipun dirasa sudah membaik ketika siang hari bukan berarti anda dapat memberikan asupan makanan tanpa kontrol disiang hari, mengingat selama masa kehamilan sangat diperlukan pemilihan makanan yang justru akan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan. Makanan pedas dan berlemak selain menggangu pencernaan juga akan menggangu anda karena memicu morning sickness.Perbanyak minum air putih sehingga anda terhindar dari dehidrasi pada saat kehamilan.
  • Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering.
  • Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit, dll
  • Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri.
  • Minum lebih banyak air putih yang hal ini bermanfaat untuk mengimbangi dan mencegah terjadinya dehidras, terutama ketika frekuensi mual dan muntah dirasa lebih sering terjadi.
  • Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung asupan karbohidrat dengan sayuran segar.
  • Jadwalkan waktu untuk tidur siang sebagai cara untuk mengembalikan tingkat energi dan menghilangkan kelelahan.
  • Mengenakan pakaian yang longgar dan hindari pakaian yang ketat pada ibu hamil. Karena dengan mengenakan pakaian yang ketat dapat memperburuk daerah perut dengan mual.
  • Pastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap halus. Udara segar dan bebas dari debu akan membuat pikiran ibu hamil menjadi lebih tenang.
  • Minimalkan stres ibu hamil, karena morning sickness lebih sering terjadi pada wanita yang berada di bawah pengaruh banyak tekanan dan stres, baik di tempat kerja atau di rumah. Karena memang bahaya dan pengaruh stress pada ibu hamil terhadap kesehatan kehamilan dan janin tidak bisa dianggap sepele.
  • Pengobatan Tradisional – Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya.
  • Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. . Ambilan waktu untuk anda! cobalah beristirahat yang cukup dan santai, dengarkan musik, membaca buku bayi atau majalah kesayangan anda dll. Hadapilah kehamilan anda dengan kebahagian, karena ini adalah anugerahNya.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan mengenai tips mengatasi morning sickness saat hamil muda, semoga artikel yang kami kutip bermanfaat untuk anda semua khususnya untuk wanita yang sedang mengalami kehamilan. Terimakasih atas kunjungannya, Baca juga : Obat Untuk Melancarkan Haid Yang Tidak Teratur

Terus kunjungi situs http://obatherbalagarcepathamil.com/ untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya, karena kami akan terus update setiap harinya.

Tips Mengatasi Morning Sickness Saat Hamil Muda